ARTIKEL HASIL PENGAMATAN FOCUS GROUP DISCUSSION FACEBOOK SEBAGAI DIFUSI INOVASI

A. PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Pada era globalisasi ini, penggunaan internet sangatlah luar biasa. Dimana pun dan kapan pun, pasti setiap orang yang ada pada era ini selalu mengakses internet dalam kesehariannya. Entah untuk browsing, sosmedtan, ngegames, youtube-an dsb. Hal ini berlaku untuk jenjang umur manapun, orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak sudah bisa mengakses internet dengan begitu handalnya. Dan yang paling tidak diinginkan oleh banyak orang ketika kuota internetnya habis. Serasa dunia ini hampa, tidak ada sumber kehidupan.hehehe
Balik lagi, artinya yang saya maksud disini adalah dengan kita mengakses internet, banyak sekali hal yang dapat kita lakukan. Baik positif maupun negatif, karena intinya internet adalah
“sebuah alat”. Penggunaannya mau digunakan untuk apa, ya kembali pada individunya masing-masing dan inilah luar biasanya sebuah internet.
So, inilah yang melatarbalakangi saya untuk membahas “Pemanfaatan Facebook untuk Focus Group Discussion (FGD) dalam mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan, termasuk sebuah Inovasi atau tidak”. Karena kaitannya sangat erat antara karakteristik manusia yang ada pada era saat ini, penggunaan internet dan sosmed yang kerap sering digunakan banyak orang.


PERTANYAAN SURVEI
  1. Apakah Focus Group Discussion DIP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini? Kalau Anda jawab “YES”, atau “NO” atau “YES & NO”, berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth!
  2. Hitung dan tabulasi berapa jumlah anggota yang menjawab dan tidak menjawab!
  3. Hitung dan tabulasi dari jumlah anggota yang menjawab, berapa yang memilih “YES”, “NO”, “YES & NO”!
  4. Kategorisasi/ klasifikasi serta hitung frekuensi berdasarkan alasan jawaban!


TUJUAN
  1. Untuk mengetahui tingkat keaktifan mahasiswa dalam mengikuti FGD yang dilakukan pada Facebook.
  2. Untuk mengetahui apakah Facebook sudah bisa efektif dan efisien untuk digunakan dalam pemanfaatan pembelajaran.


MANFAAT
  1. Agar dosen pengampu dan mahasiswa dapat mengetahui persentase keaktifan anggota FGD.
  2. Sebagai bahan pertimbangan bagi dosen pengampu dalam memberikan penilaian kepada mahasiswa yang mengikuti FGD dengan baik


RESPONDEN SURVEI
Mahasiswa Teknologi Pendidikan Kelas C 2015 Semester 106 yang mengikuti mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan dan bergabung dalam Focus Group Discussion. Dan berjumlah 36 orang yang bergabung pada grup FB tersebut.


TEKNIK SURVEI
  1. Menentukan jumlah mahasiswa yang berkomentar dan yang tidak berkomentar pada pertanyaan pertama yang diajukan dosen.
  2. Dari jumlah komentar mahasiswa, dikelompokkan menurut jawaban “YES”, “NO” dan “YES & NO”, serta menentukan jumlah mahasiswanya.
  3. Dari masing-masing jawaban yang sama, dikelompokkan kembali berdasarkan alasan yang sama, serta menentukan jumlah mahasiswanya.
  4. Menyajikan data hasil survei tersebut dalam bentuk tabel dan grafik
  5. Memberikan analisis serta kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh.





B. HASIL SURVEI


  • Data mahasiswa yang ikut berdiskusi dan yang tidak ikut berdiskusi
  • Data mahasiswa yang menjawab “YES”, “NO”, “YES & NO” mengacu pada teori Rogers
  • Data mahasiswa yang menjawab “YES”, “NO”, “YES & NO” mengacu pada teori Reigeluth

  • Data mahasiswa berupa diagram lingkaran dan batang yang menjawab “YES”, “NO”, “YES & NO” mengacu pada teori Rogers
  
  • Klasifikasi jawaban dan alasan mahasiswa FGD berdasarkan teori Rogers

  • Data mahasiswa berupa diagram lingkaran dan batang yang menjawab “YES”, “NO”, “YES & NO” mengacu pada teori Rogers

  • Klasifikasi jawaban dan alasan mahasiswa FGD berdasarkan teori Reigeluth



  • Data mahasiswa berupa diagram lingkaran dan batang yang menjawab “YES”, “NO”, “YES & NO” mengacu pada teori Rogers.






C. PEMBAHASAN

Dari data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Mengacu pada Teori Rogers :
  • Sebagian besar mahasiswa sejumlah 72% menjawab “YES”, menganggap bahwa penggunaan FB sebagai FGD, merupakan sebuah inovasi. Karena pemanfaatan FB untuk pembelajaran bagi mereka merupakan hal yang baru, yang belum atau tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh mereka.
  • Sejumlah 16% menjawab “NO”, karena mereka sudah pernah menerapkan pemanfaatan FB (atau media serupa) untuk berdiskusi dalam pembelajaran.
  • Sejumlah 12 % menjawab “YES & NO”. Mahasiswa tersebut menjawab demikian karena melihat dari sisi lain, menganggap bahwa baru atau tidaknya tergantung pada sudut pandang pengadopsi inovasi tersebut.


2. Mengacu pada Teori Reigeluth :
  • Sejumlah 24% (= 8%:alasan 1 + 4%:alasan 2 + 12%:alasan 3) menjawab “YES” dengan 3 alasan yang berbeda. 3 alasan tersebut bisa berbeda menurut saya sebenarnya bukan karena memang berbeda, karena pada hakikatnya tidak demikian. Bisa seolah terlihat berbeda, dikarenakan mahasiswa hanya mengutip pada satu bagian atau bagian-bagian tertentu saja dari teori yang disampaikan oleh Reigeluth. Dan hal tersebut akhirnya menjadi acuannya dalam berargumen ketika menjawab “YES” dengan masing-masing alasannya.
  • Sejumlah 2% menjawab “NO” karena mahasiswa tersebut mempunyai sudut pandang bahwa pada penerapannya, FGD ini tidaklah menyeluruh dan berkelanjutan, karena menurut mereka diskusi ini hanya berlaku untuk pada mata kuliah DIP saja, setelah mata kuliah ini berakhir, maka selesai sudah pemanfaatan FB ini sebagai FGD, khususnya ya untuk mata kuliah DIP sendiri karena sudah diampu disemester berikutnya.
  • Sebagian besar mahasiswa menjawab “YES & NO” dan dengan 1 alasan yang kuat, yaitu melibatkan mahasiswa secara aktif di luar kelas (Yes), diskusi ini tidak bersifat menyeluruh dan berkelanjutan (No)

Adapun untuk terkait mahasiswa yang tidak mengikuti diskusi, menurut saya ada beberapa faktor penyebabnya. Diantaranya :

  1. Mahasiswa yang memang menyengaja menunda-nunda dalam turut ikut diskusi dan akhirnya keburu diskusi sudah ditutup
  2. Adanya tugas mata kuliah lain yang setiap harinya mahasiswa terbebani dengan banyaknya tugas, sehingga mahasiswa kecapekan dan tidak fokus untuk ikut turut serta dalam berdiskusi pada FGD
  3. Terkendala masalah teknis (tidak ada sarana pendukung seperti komputer/ laptop, handphone dan tidak ada jaringan internet)
  4. Terkendala dalam masalah informasi (mahasiswa tidak mengetahui/ tidak engeh bahwa ada postingan terbaru pada FGD di FB
  5. Mahasiswa yang memang sudah malas kuliah, baik tatap muka ataupun secara online
  6. Secara garis besar, 5 hal di atas lah penyebab mahasiswa tidak mengikuti FGD, selama saya amati dalam proses berlangsungnya perkuliahan maupun FGD.




D. KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan survei tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa klasifikasi jawaban mahasiswa yang didasarkan pada teori Rogers dan Reigeluth. Berdasarkan teori Rogers sebagian besar mahasiswa lebih banyak menjawab “YES”, sedangkan berdasarkan pada teori Reigeluth sebagian besar lebih banyak menjawab “YES & NO”.
Dan lebih dari 70% mahasiswa sudah berperan aktif untuk turut berpartisipasi dalam mengikuti FGD ini.
Saran yang mungkin dapat saya berikan yaitu agar FGD pada DIP ini tetap berlangsung, mungkin tetap dikelola dengan baik grup tersebut. Baik oleh dosen pengampu, maupun mahasiswa sendiri. Yang mungkin didalamnya kita tetap bisa berdiskusi, tapi lebih ke sharing, tidak terikat dengan namanya tugas. Sehingga dosen dan mahasiswa akan lebih nyaman ulandengan suasana yang terbangun. Apa yang dapat didiskusikan kita angkat dari trending terbaru digrup tersebut.. Karena bisa dianggap tidak bisa berkelanjutan lebih ke arah manajemennya saja menurut saya.





DAFTAR PUSTAKA

Rogers, Everett M. (1983). Diffusion of Innovation. Canada: The Free Press, A Division of Macmillan Publishing Co., Inc. New York

Komentar